Weaning with love

Rafi Udah 2Y4M saat ini, dan ibu mau mencoba untuk menyapih rafi dengan cinta…

alhamdulillah semenjak B’day tante Nawra yang kemarin di Cafe cangkir kopi, habis denger cerita Kak Ryan ama burung Gagak, rafi udah ga mau nenen..

kadang suka sih minta, terus ibu bilang : nanti kalau burung gagak nanya gimana?

terus ga jadi deh minta nenennya, minta ganti : botol susu coklat aja deh bu…hehehehe

udh hampir 1 minggu lebih dari tgl 8 January, Rafi baru 1x nenen ama ibu, itu juga tadi malem…hehehehe….

mudah2an lancar yah Nak, proses ibu menyapih rafi dengan cinta, tanpa perlu pahit2, tanpa perlu saos sambel ataupun lipstik merah di lumurin di PD ibu…seperti yang di info teman2 ibu…

ga tega ibu, ngebayangin rafi dipaksa untuk melepas “nenen’ Ibu…

yah kayanya ibu juga yang masih ga rela lepasin rafi…ibu masih pengen peluk2 rafi kaya kalau rafi nenen ama ibu…

mudah2an burung gagak kak ryan , ga nyakitin rafi ya nak…. bukan ibu mau bohongin Rafi lewat burung gagak kak Ryan…. ibu juga ga nyangka cerita si burung Gagak Kak Ryan itu bisa buat rafi ga mau nenen ama ibu.

sebenernya Kak ryan juga ga ngomong apa2 sih soal nenen ini…

Kak ryan datang ke acara b’day tante nawra untuk storry telling, ditemenin boneka burung gagak dan kura, juga teman2nya…

Rafi Enjoy banget dengerin Kak Ryan cerita, ampe akhirnya Rafi mulai ngantuk, karena itu juga udah jam 3an, udah lewat jam tidur siang Rafi….terus Rafi minta susu, dan tidur2an sambil dengerin Kak Ryan yang masih cerita….

terus Rafi minta nenen ibu, dan ibu dengan ga sengaja bilang : “Rafi, kata burung gagak kak ryan, kalau udah gede ga boleh nenen ibu,kan udah sekolah…minumnya susu coklat aja yah..”

ibu juga ga nyangka kalau rafi akan setuju, yang tadinya agak merengek minta nenen sambil pegang2 PD ibu, habis ibu ngomong gitu, terus rafi duduk, dan bilang : “ga boleh yah bu..burung gagak bilang ga boleh?”

terus ibu bilang : Iya, kata burung gagak ga boleh tuh..mau tanya sendiri ke burung gagak? –> tawar ibu ke rafi

terus rafi ga mau : no = no bu, susu botol aja deh….

dari situ rafi ga mau nenen…kadang suka pegang2 terus sambil becanda cium2 nenennya…tapi kalau ditawarin ga mau, kata rafi : no – no bu, susu coklat aja…hehehehe…Good Boy Anak Ibu Luky ini…

mudah2an ibu bisa menyapih rafi dengan cinta, sampai kita berdua ikhlas dan tanpa paksaan melepas proses menyusui yang bagi ibu, merupakan proses paling indah di dunia…

ga ada yang bisa menandingin saat2 ibu bisa meluk rafi sambil rafi nenen….bagi ibu momen2 itu akan selalu menjadi kenangan terindah bagi ibu selamanya….juga mudah2an bagi rafi….

dibawah ini ada beberapa posting email yang bikin ibu kuat, dan bisa melalui omongan2 /cibiran2 orang kalau tau rafi masih nenen ama ibu padahal sudah lebih dari 2 tahun…

kata orang kalo kelamaan nanti manja lah, susah lepas lah… dll =====> tapi alhamdulillah ga yah nak…rafi ga manja, malah cenderung mandiri kalau menurut ibu…

mudah2an proses selama kurang lebih 2 tahun ini ibu menyusui rafi bisa menguatkan Bonding ibu ama rafi selamanya…

just love you forever anak ibu….M.Rafi Kiendra Dahoklory

ini dia postingan teman2 di milis sehat yang ibu simpan dan alhamdulillah menjadi kekuatan bagi ibu untuk bisa menyapih Rafi dengan cinta, seperti bunda2 lain yang sudah sukses berbagi ceritanya di milis.


From: Indah Suciati <indah_suciati@yahoo.com>
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Thu, 22 Jul 2010 10:36:53 +0800 (SGT)
To: <sehat@yahoogroups.com>
ReplyTo: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Re: Ask; Cara weaning (efek samping weaning yang dipaksakan)

 

Moms, Dads,
Harta karun (minjem istilah mpok Cella), setelah ubek2 arsip..
 
postingan yg pernah diposting mbak Lolo, semoga berguna..

 Dari: elonamelo@gmail.com <elonamelo@gmail.com>
> Judul: [sehat] Menyapih Menurut Islam
> Kepada: sehat@yahoogroups.com
> Tanggal: Sabtu, 20 Februari, 2010, 8:32 AM
> Semoga bermanfaat dan menambah
> keyakinan tidak ada keharaman menyusui setelah anak berusia
> 2tahun.
> Tulisan dari Mba Mutiara..
> ————————
> Bismillahirahmanirahim.
> Assalaamuálaikum warahmatullahi wabarakatuh.
>
> MENYAPIH ALA ISLAM *
>
> *Muqaddimah*
>
> Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah, kita
> memujiNya dan memohon
> ampunanNya, dan kita berlindung dari kejahatan diri kita
> sendiri dan
> keburukan amal kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk
> padanya maka tidak
> ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang sesat
> maka tidak ada
> yang dapat memberi petunjuk kepadanya (selain Allah). Aku
> bersaksi bahwa
> tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah
> Yang tidak ada
> sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad (adalah)
> hambaNya dan
> RasulNya -shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
>
> Ama ba’du
>
> Banyak orang yang mengira setelah anak mencapai usia tepat
> dua tahun, maka
> ia wajib disapih. Bagaimana pun caranya akan dilakukan ibu
> agar anaknya
> berhenti menyusu pada usia itu, mulai dari mengolesi puting
> dengan sesuatu
> yang tidak disukai anak seperti jamu, saos, lipstik, bahkan
> sampai
> membiarkannya menangis berjam-jam. Hal ini tidak lepas dari
> keinginan para
> ibu (dalam hal ini yang muslimah) untuk menjalankan
> perintah Allah yang
> disebutkan dalam Al Qurán agar ibu menyusui anaknya dengan
> sempurna yaitu
> selama dua tahun. Maka mereka mengira wajib bagi setiap ibu
> untuk
> menghentikan menyusui anaknya yang telah mencapai dua tahun
> seketika itu
> juga, bagaimanapun caranya. Benarkah demikian? Apa yang
> dimaksud para ulama
> bahwa tidak ada penyusuan setelah dua tahun? Mari kita
> simak dalil-dalil
> dalam Al Qurán dan As-Sunnah seputar penyusuan yang
> sempurna dan penyapihan.
>
>
> *Islam Mengajarkan untuk Menyayangi Anak-anak *
>
> Tidak diragukan lagi bahwa Islam sangat memperhatikan
> anak-anak. Itu
> ditunjukkan dari perilaku Nabi Muhammad -shallallahuálayhi
> wa sallam- yang
> sangat sayang kepada anak-anak. Beliau –shallallahu
> ‘alaihi wa sallam-
> pernah memperpendek sholatnya karena mendengar anak yang
> menangis. Beliau
> bersabda,  *”Aku melakukan sholat dan aku ingin
> memperpanjang bacaannya,
> akan tetapi tiba-tiba aku mendengar suara tangis bayi
> sehingga aku
> memperpendek sholatku karena aku tahu betapa gelisah ibunya
> karena tangis
> bayi itu.”* [HR Bukhari dan Muslim]
>
> Dan pernah Nabi -shallallahuálayhi wa sallam- ketika
> berkhutbah melihat
> kedua cucu beliau Hasan dan Husain –radhiyallahu ‘anhuma-
> menghampiri
> beliau, maka beliau turun dari mimbar dan menggendong
> keduanya ke atas
> mimbar, beliau pun bersabda,  *”Sesungguhnya aku
> melihat kedua anak ini
> berjalan dan jatuh, aku tidak sabar hingga turun mengambil
> keduanya.”* [HR.
> Abu Dawud]
>
> Lihatlah bagaimana anak-anak dapat mempengaruhi pelaksanaan
> perkara sebesar
> sholat dan khutbah. Dan masih banyak lagi kisah tentang
> bagaimana Nabi
> -shallallahu ‘alaihi wa sallam- memperlakukan anak-anak
> dengan penuh kasih
> sayang. Sesungguhnya telah ada pada beliau suri teladan
> yang baik. [QS
> al-Ahzab: 21]. Maka demikian pulalah Islam mengajarkan
> umatnya melalui Nabi
> Allah Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- tersebut
> agar menyayangi
> anak-anak, bahkan dari sebelum anak itu lahir sampai
> setelah dilahirkan.
>
> *Pemberian ASI selama Dua Tahun dalam Islam*
>
> Salah satu bentuk kasih sayang yang diajarkan Islam adalah
> penyusuan atau
> pemberian ASI (air susu ibu) kepada anak yang baru lahir
> hingga dua tahun.
> Allah berfirman: *“Para ibu hendaklah menyusukan
> anak-anaknya selama dua
> tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan
> penyusuan. Dan kewajiban
> ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara
> ma’ruf. Seseorang
> tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.
> Janganlah seorang ibu
> menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah
> karena anaknya, dan
> warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin
> menyapih (sebelum dua
> tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka
> tidak ada dosa
> atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh
> orang lain, maka
> tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran
> menurut yang patut.
> Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah
> Maha Melihat apa
> yang kamu kerjakan.”* [QS Al Baqarah: 233]
>
> Ayat di atas menjelaskan tentang anjuran kepada para ibu
> untuk menyusui
> anak-anak mereka hingga dua tahun, dan dibolehkan bagi
> mereka untuk
> mencarikan ibu susu bila mereka mau. Ini menunjukkan betapa
> perihal
> pemberian ASI ini bukanlah hal yang sepele, sampai-sampai
> anjurannya
> tercantum dalam Kitab Suci umat Islam. Dan rahasia mengapa
> Allah menyebutkan
> “dua tahun” sebagai masa menyusui yang sempurna maka hanya
> Allah saja lah
> yang tahu. Namun manusia kini mengetahui tentang manfaat
> yang luar biasa
> dari pemberian ASI selama dua tahun. Hal itu diperkuat
> dengan anjuran dari
> WHO kepada para ibu di seluruh dunia, tidak hanya yang
> muslimah, untuk
> menyusui anak-anak mereka yang disebutkan selama dua tahun
> pula.
>
> Dan Nabi -shallallahuálayhi wa sallam- sebagai pembawa
> risalah ini, tidak
> pernah melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang
> telah beliau bawakan.
>
> Dalam sebuah hadits shahih yang panjang yang diriwayatkan
> oleh Al Imam
> Muslim, disebutkan ada seorang perempuan yang telah berbuat
> zina. Lalu
> datanglah ia kepada Rasulullah –shallallau’alaihi wa
> sallam- untuk bertobat.
> Namun Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menolak
> pengakuan perempuan
> tersebut. Keesokannya perempuan itu datang lagi dan berkata
> bahwa ia telah
> hamil akibat perbuatan zina tersebut. Lalu Nabi
> –shallallahu ‘alaihi wa
> sallam- menyuruhnya pulang sampai melahirkan. Setelah
> melahirkan, perempuan
> itu datang lagi sambil membawa bayi laki-lakinya yang
> dibungkus dengan
> secarik kain. Dia mengatakan bahwa bayi itu adalah bayi
> yang telah dia
> lahirkan. Lalu Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-
> bersabda,  *“Pulanglah
> kamu dulu dan susuilah dia sampai kamu menyapihnya.”*
> Setelah tiba masa
> menyapih, perempuan itu datang lagi membawa bayinya dan di
> tangan bayi itu
> ada sepotong roti. Dia mengatakan bahwa ia telah menyapih
> anaknya dan dia
> sudah bisa memakan makanan. Akhirnya Nabi –shallallahu
> ‘alaihi wa sallam-
> menyerahkan bayi tersebut kepada salah seorang sahabat,
> kemudian beliau
> mengeluarkan perintah supaya dilaksanakan hukuman terhadap
> perempuan
> tersebut. Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- kemudian
> memerintahkan agar
> jenazah perempuan tersebut diurus, dan beliau pun
> menyolatinya dan
> menguburkannya.
>
> Lihatlah betapa pedulinya Islam terhadap pemeliharaan
> seorang bayi yang
> masih dalam kandungan sampai dia dilahirkan untuk kemudian
> disusui sampai
> disapih. Sungguh hanya orang-orang bodoh yang 
> berpendapat bahwa Islam telah
> berbuat kezhaliman melaksanakan hukuman tersebut kepada
> sang ibu. Padahal
> justru sebaliknya, Allah menyayangi hambaNya yang
> bertaubat, dan Dia tidak
> menginginkan hambaNya hidup lebih lama karena dia bisa saja
> melakukan dosa
> lagi. Ketahuilah bahwa perempuan itu diampuni dosa-dosanya
> yang telah lalu.
> Dan beruntunglah sang anak karena telah lahir ke dunia ini
> dengan selamat,
> mendapatkan ASI penuh hingga dua tahun, dan disusui oleh
> ibunya sendiri yang
> telah bertaubat.
>
> Dalam kisah serupa disebutkan,  *”Sesungguhnya dia
> telah bertobat dengan
> sungguh-sungguh. Seandainya tobat perempuan ini
> dibagi-bagikan kepada tujuh
> puluh orang penduduk Madinah, maka hal itu masih cukup.
> Pernahkah kamu
> menemukan tobat yang lebih baik dibandingkan apa yang
> dilakukan perempuan
> ini? Dengan jujur dia menyerahkan dirinya supaya
> dilaksanakan hukuman Allah
> atasnya.”* (HR Muslim)
>
> Hanya Allah pemberi taufik dan hidayah.
>
> *Penyapihan: Wajib di Usia Tepat Dua Tahun?*
>
> Dalam tafsir Ibnu Katsir, ketika menjelaskan surat Al
> Baqarah ayat 233
> tentang anjuran pemberian ASI, disebutkan, “Ini adalah
> bimbingan dari Allah
> Taála bagi para ibu supaya mereka menyusui anak-anaknya
> dengan sempurna,
> yaitu dua tahun penuh. Dan setelah itu tidak ada lagi
> penyusuan.”
>
> Yang dimaksud dengan “setelah itu tidak ada lagi
> penyusuan” adalah bahwa
> penyusuan yang terjadi setelah anak mencapai dua tahun itu
> tidak dianggap
> “penyusuan”. Hal ini berkaitan dengan hukum mahram yang
> terjadi antara anak
> dengan ibu susu, seperti yang dijelaskan dalam tafsir
> tersebut. Rasulullah
> -shallallahuálayhi wa sallam- bersabda,  *“Tidak
> menjadikan mahram akibat
> penyusuan, kecuali yang dilakukan kurang dari dua
> tahun.”* [HR.
> Ad-Daruquthni]. Dan dalam hadits lain disebutkan dengan
> tambahan, *“Dan
> penyusuan setelah dua tahun itu tidak mempengaruhi
> apa-apa.”*
>
> Kedua hadits tersebut menunjukkan bahwa penyusuan atau
> pemberian ASI yang
> sebenarnya adalah dalam kurun waktu dua tahun, sedangkan
> yang setelahnya
> tidak dianggap “memberi ASI”. Karena seperti yang
> disebutkan dalam hadits
> lain, *“Sesungguhnya penyusuan itu karena rasa lapar.”
> [HR Bukhari dan
> Muslim]*. Maka pemberian ASI kepada seorang anak sebelum ia
> berusia dua
> tahun dianggap sebagai penyusuan yang sebenarnya karena ASI
> ketika itu
> dibutuhkan untuk mengenyangkan perutnya, sedangkan yang
> setelahnya tidak
> dianggap demikian. Dan memang seperti yang dijumpai di
> dalam realita, bahwa
> anak-anak yang telah mencapai dua tahun atau lebih yang
> masih menyusu ASI
> kepada ibunya adalah memang bukan untuk mengenyangkan
> perutnya, melainkan
> karena mereka masih ingin selalu bersama ibunya, dalam
> pelukannya sambil
> “menyusu”.
>
> Dan ini merupakan merupakan salah satu contoh lain dari
> kasih sayang dalam
> Islam, Alhamdulillah. Tidak diwajibkannya menghentikan
> penyusuan atau
> menyapih setelah anak mencapai usia dua tahun merupakan
> bukti dari betapa
> Islam memperhatikan anak-anak. Allah telah menakdirkan
> kesulitan bagi
> seorang anak untuk begitu saja lepas dari dekapan ibunya,
> begitu juga
> sebaliknya, betapa sulitnya ibu melepaskan anaknya dari
> dekapannya.
>
> Memahami surat Al Baqarah ayat 233 di atas sebagai dalil
> wajibnya menyapih
> terhadap anak yang telah mencapai usia dua tahun adalah
> tidak tepat. Karena
> ayat di atas tidak berbicara tentang hal itu, melainkan
> tentang anjuran agar
> para ibu menyusui anaknya hingga penyusuan itu sempurna
> yaitu hingga dua
> tahun. Adapun yang wajib dilakukan setelah itu tidak
> disebutkan. Seandainya
> yang dimaksud adalah demikian, maka tentu akan kita
> dapatkan penjelasan
> ulama tentang hal ini, namun tidak ada satupun penjelasan
> ulama mengenai hal
> tersebut. Yang ada justru apabila penyapihan dilakukan
> sebelum dua tahun,
> yaitu bila memang ada suatu sebab yang tidak memungkinkan
> untuk terus
> melakukan penyusuan hingga sempurna selama dua tahun maka
> menyapihnya
> sebelum itu dibolehkan, yang berarti perkara penyusuan
> hingga dua tahun ini
> adalah suatu hal yang amat dianjurkan, bahkan dalam
> literatur Arab, anjuran
> tersebut bermakna lebih kepada perintah.
>
> Ada satu kisah yang insya Allah dapat menjelaskan hal ini,
> yaitu kisah Ummu
> Sulaim yang dikenal sebagai shahabiyyah yang hidup di zaman
> Nabi
> –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, teladan wanita
> shalihah, ibu dari Anas bin
> Malik –radhiyallahu ’anhu- yang merupakan salah seorang
> sahabat yang banyak
> meriwayatkan hadits Nabi –shallallahu ‘alaihi w
> sallam-
>
> Ketika Islam bersinar di muka bumi, cahayanya sampai di
> hadapan Ummu Sulaim,
> maka yang pertama kali dia dakwahi adalah keluarganya,
> yaitu suaminya. Namun
> suaminya menolak, hingga ia mati dalam keadaan kafir.
> Ketika Ummu Sulaim
> mengetahui suaminya terbunuh, ia tetap tabah dan
> mengatakan, *”Aku tidak
> akan menyapih Anas hingga dia sendiri yang memutuskannya,
> dan aku tidak akan
> menikah sehingga Anas menyuruhku.” *
>
> Dari kisah di atas dapat kita ketahui bahwa kemungkinan
> ketika itu Anas bin
> Malik masih kecil dan masih menyusu. Seandainya penyapihan
> wajib dilakukan
> ketika anak berusia dua tahun, maka tentu Ummu Sulaim tidak
> akan mengatakan
> bahwa ia tidak akan menyapih Anas sampai anaknya itu
> sendiri yang
> memutuskan. Karena bila demikian halnya maka Ummu Sulaim
> telah menyelisihi
> syariat Islam, yang tentunya hal itu akan mendapat teguran
> dari
> Nabi-shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang masih hidup di
> zaman itu. Namun
> tidak ada keterangan dari para ulama mengenai hal ini,
> sedangkan kisah ini
> mahsyur di kalangan mereka. Wallahua’lam.
>
> *Menyapih Ala Islam*
>
> Tidak disebutkannya kewajiban menyapih di usia tepat dua
> tahun, bukan
> berarti anak seterusnya tidak disapih. Tentu saja, bagi
> siapa saja yang
> ingin menyapih anaknya tepat di usia dua tahun, maka itu
> adalah yang terbaik
> karena telah disebutkan dalam surat Al Baqarah ayat 233
> bahwa penyusuan
> hingga dua tahun adalah penyusuan yang telah sempurna.
> Namun bagimana cara
> menyapihnya adalah dikembalikan kepada orang tua
> masing-masing.
>
> Namun salah satu faidah yang dapat kita ambil dari ayat
> tersebut tentang
> penyapihan sebelum dua tahun, adalah bahwa hal itu haruslah
> dilakukan dengan
> kerelaan dan musyawarah antara ayah dan ibu. Karena tidak
> jarang penyapihan
> ingin dilakukan oleh sang ibu saja, karena sudah lelah,
> kerepotan atau
> karena alasan lain, ataupun ayah saja yang menginginkannya
> karena tidak
> ingin ikut-ikutan repot, atau agar istrinya bisa merawat
> diri, dan
> lain-lain. Maka tidak menutup kemungkinan penyapihan
> setelah anak mencapai
> dua tahun pun seharusnya dengan kerelaan dan musyawarah
> antara ayah dan ibu.
> Ditambah lagi anak yang yang telah berusia dua tahun pun
> sudah bisa diajak
> bermusyawarah, maka tentu adalah hal yang sangat terpuji
> bila penyapihan
> dapat dilakukan dengan kerelaan sang anak pula. Apalagi
> Islam telah
> mengajarkan melalui Nabi Allah Muhammad –shallallahu
> ‘alaihi wa sallam- agar
> menyayangi anak-anak. Maka apakah menolak menyusui anak dan
> membiarkannya
> menangis adalah kasih sayang seperti yang diajarkan Islam,
> sementara Nabi
> –shallallahu’alayhi wasallam- pernah memperpendek
> sholatnya karena mendengar
> seorang anak yang menangis?
>
> Allah berfirman,* “Dan Kami perintahkan kepada manusia
> (berbuat baik) kepada
> dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam
> keadaan lemah yang
> bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
> Bersyukurlah kepadaKu dan
> kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
> kembalimu.”* [QS Luqman :
> 14]
>
> Ayat di atas menunjukkan bahwa pemberian ASI yang sempurna
> hingga penyapihan
> adalah jasa kedua orang tua. Maka jadikanlah jasa ini
> sebagai kenangan indah
> yang akan dikenang baik oleh anak-anak hingga mereka besar
> nanti.
> Menyapihlah dengan kasih sayang, sebagaimana Islam telah
> mengajarkannya.
>
> Wallahua’lam.
>
> *Ummu Sumayyah Mutiara*
> (Selesai ditulis pada hari Jum’at, tanggal19 Februari
> 2010, Jam 16.15 WIB)
>
> Sumber Bacaan:
> – Al Qur’an Digital
> – Tafsir Ibnu Katsir, Pustaka Imam Syafi’i
> – Al Bidayah wan Nihayah, Darul Haq
> – Subulus Salam Syarah Bulghul Maram, Darus Sunnah
> – Al Wajiz, Pustaka As Sunnah
> – Sukses Mendidik Buah Hati Sejak Dini, Al Qowam
> – www. almanhaj.or.id
> – http://www.thalib.wordpress.com
> – www.asysyariah.com

*****************************************************************************************

Breastfeeding reduces the risk of ovarian cancer (References).

Breastfeeding reduces the risk of uterine cancer (References).

Breastfeeding reduces the risk of endometrial cancer (References).

Breastfeeding protects against osteoporosis. During lactation a mother may
experience decreases of bone mineral. A nursing mom’s bone mineral density may
be reduced in the whole body by 1 to 2 percent while she is still nursing. This
is gained back, and bone mineral density may actually increase, when the baby is
weaned from the breast. This is not dependent on additional calcium
supplementation in the mother’s diet. (References).

Breastfeeding reduces the risk of rheumatoid arthritis. (References).

Breastfeeding has been shown to decrease insulin requirements in diabetic women
(References).

******************************************************************************

From: indah_suciati@yahoo.com
Sender: sehat@yahoogroups.com
Date: Thu, 22 Jul 2010 02:14:14 +0000
To: <sehat@yahoogroups.com>
ReplyTo: sehat@yahoogroups.com
Subject: Re: [sehat] Re: Ask; Cara weaning (efek samping weaning yang dipaksakan)

 

Jeng awind,
Silakan disimak harta karun berikut ini:

http://www.kellymom.com/bf/bfextended/ebf-benefits.html

Breastfeeding Past Infancy: Fact Sheet

By Kelly Bonyata, BS, IBCLC

Breastfeeding benefits toddlers and young children…
nutritionally, immunilogically and psychologically.

Breastfeeding children benefit NUTRITIONALLY

Breastfeeding children are SICK LESS OFTEN

Breastfeeding children have FEWER ALLERGIES

Breastfeeding children are SMART

Breastfeeding children are WELL ADJUSTED SOCIALLY

Breastfeeding your child past infancy is NORMAL

MOTHERS also benefit from breastfeeding past infancy

Additional Resources

Breastfeeding children benefit NUTRITIONALLY

Although there has been little research done on children who breastfeed beyond the age of two, the available information indicates that breastfeeding continues to be a valuable source of nutrition and disease protection for as long as breastfeeding continues.

“Human milk expressed by mothers who have been lactating for >1 year has significantly increased fat and energy contents, compared with milk expressed by women who have been lactating for shorter periods. During prolonged lactation, the fat energy contribution of breast milk to the infant diet might be significant.”
— Mandel 2005

“Breast milk continues to provide substantial amounts of key nutrients well beyond the first year of life, especially protein, fat, and most vitamins.”
— Dewey 2001

In the second year (12-23 months), 448 mL of breastmilk provides:

— Dewey 2001

Studies done in rural Bangladesh have shown that breastmilk continues to be an important source of vitamin A in the second and third year of life.
— Persson 1998

It’s not uncommon for weaning to be recommended for toddlers who are eating few solids. However, this recommendation is not supported by research. According to Sally Kneidel in “Nursing Beyond One Year” (New Beginnings, Vol. 6 No. 4, July-August 1990, pp. 99-103.):

Some doctors may feel that nursing will interfere with a child’s appetite for other foods. Yet there has been no documentation that nursing children are more likely than weaned children to refuse supplementary foods. In fact, most researchers in Third World countries, where a malnourished toddler’s appetite may be of critical importance, recommend continued nursing for even the severely malnourished (Briend et al, 1988; Rhode, 1988; Shattock and Stephens, 1975; Whitehead, 1985). Most suggest helping the malnourished older nursing child not by weaning but by supplementing the mother’s diet to improve the nutritional quality of her milk (Ahn and MacLean. 1980; Jelliffe and Jelliffe, 1978) and by offering the child more varied and more palatable foods to improve his or her appetite (Rohde, 1988; Tangermann, 1988; Underwood, 1985).

References

Breastfeeding children are SICK LESS OFTEN

The American Academy of Family Physicians notes that children weaned before two years of age are at increased risk of illness (AAFP 2001).

Nursing toddlers between the ages of 16 and 30 months have been found to have fewer illnesses and illnesses of shorter duration than their non-nursing peers (Gulick 1986).

“Antibodies are abundant in human milk throughout lactation” (Nutrition During Lactation 1991; p. 134). In fact, some of the immune factors in breastmilk increase in concentration during the second year and also during the weaning process. (Goldman 1983, Goldman & Goldblum 1983, Institute of Medicine 1991).

Per the World Health Organization, “a modest increase in breastfeeding rates could prevent up to 10% of all deaths of children under five: Breastfeeding plays an essential and sometimes underestimated role in the treatment and prevention of childhood illness.” [emphasis added]

References

Breastfeeding children have FEWER ALLERGIES

Many studies have shown that one of the best ways to prevent allergies and asthma is to breastfeed exclusively for at least 6 months and continue breastfeeding long-term after that point.

Breastfeeding can be helpful for preventing allergy by:

References

Breastfeeding children are SMART

Extensive research on the relationship between cognitive achievement (IQ scores, grades in school) and breastfeeding has shown the greatest gains for those children breastfed the longest.

References

Breastfeeding children are WELL ADJUSTED SOCIALLY

According to Sally Kneidel in “Nursing Beyond One Year” (New Beginnings, Vol. 6 No. 4, July-August 1990, pp. 99-103.):

“Research reports on the psychological aspects of nursing are scarce. One study that dealt specifically with babies nursed longer than a year showed a significant link between the duration of nursing and mothers’ and teachers’ ratings of social adjustment in six- to eight-year-old children (Ferguson et al, 1987). In the words of the researchers, ‘There are statistically significant tendencies for conduct disorder scores to decline with increasing duration of breastfeeding.'”

According to Elizabeth N. Baldwin, Esq. in “Extended Breastfeeding and the Law”: 
“Breastfeeding is a warm and loving way to meet the needs of toddlers and young children. It not only perks them up and energizes them; it also soothes the frustrations, bumps and bruises, and daily stresses of early childhood. In addition, nursing past infancy helps little ones make a gradual transition to childhood.”

Baldwin continues: “Meeting a child’s dependency needs is the key to helping that child achieve independence. And children outgrow these needs according to their own unique timetable.” Children who achieve independence at their own pace are more secure in that independence then children forced into independence prematurely.

References

Breastfeeding your child past infancy is NORMAL

The American Academy of Pediatrics recommends that “Breastfeeding should be continued for at least the first year of life and beyond for as long as mutually desired by mother and child… Increased duration of breastfeeding confers significant health and developmental benefits for the child and the mother… There is no upper limit to the duration of breastfeeding and no evidence of psychologic or developmental harm from breastfeeding into the third year of life or longer.” (AAP 2005)

The American Academy of Family Physicians recommends that breastfeeding continue throughout the first year of life and that “As recommended by the WHO, breastfeeding should ideally continue beyond infancy, but this is not the cultural norm in the United States and requires ongoing support and encouragement. It has been estimated that a natural weaning age for humans is between two and seven years. Family physicians should be knowledgeable regarding the ongoing benefits to the child of extended breastfeeding, including continued immune protection, better social adjustment, and having a sustainable food source in times of emergency. The longer women breastfeed, the greater the decrease in their risk of breast cancer.” They also note that “If the child is younger than two years of age, the child is at increased risk of illness if weaned.” (AAFP 2008)

A US Surgeon General has stated that it is a lucky baby who continues to nurse until age two. (Novello 1990)

The World Health Organization emphasizes the importance of nursing up to two years of age or beyond (WHO 1993, WHO 2002).

Scientific research by Katherine A. Dettwyler, PhD shows that 2.5 to 7.0 years of nursing is what our children have been designed to expect (Dettwyler 1995).

References [see also position statements supporting breastfeeding]

MOTHERS also benefit from breastfeeding past infancy

Extended nursing delays the return of fertility in some women by suppressing ovulation (References).

Breastfeeding reduces the risk of breast cancer (References). Studies have found a significant inverse association between duration of lactation and breast cancer risk.

Breastfeeding reduces the risk of ovarian cancer (References).

Breastfeeding reduces the risk of uterine cancer (References).

Breastfeeding reduces the risk of endometrial cancer (References).

Breastfeeding protects against osteoporosis. During lactation a mother may experience decreases of bone mineral. A nursing mom’s bone mineral density may be reduced in the whole body by 1 to 2 percent while she is still nursing. This is gained back, and bone mineral density may actually increase, when the baby is weaned from the breast. This is not dependent on additional calcium supplementation in the mother’s diet. (References).

Breastfeeding reduces the risk of rheumatoid arthritis. (References).

Breastfeeding has been shown to decrease insulin requirements in diabetic women (References).

Breastfeeding moms tend to lose weight easier (References).

 

Page last modified: 06/07/2010
Written: 3/12/98

Additional Resources

Extended Breastfeeding Links @ 

Extended Breastfeeding References @ 

Portuguese version of this page translated by Denise Arcoverd
Indah Suciati, mom of Afi, Sasya, Dheea

__._,_.___

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s