buah simalakama….Maju kena mundur kena,depan belakang kanan kiri ..

Curhat ah….

Sometimes life getting confusing…seem all of things is not right..or felt headache with the situation happened…

Paling bingung kalo udh kepentok urusan keluarga ,anak , suami…semua jadi serba salah rasanya…kaya makan buah simalakama kalo kata orang… (Belum pernah makan juga sih,g tau jadinya)

Katanya sih perumpamaan itu : “makan buah simalakama” itu perumpamaan kalau apa2 yg kita akan ambil utk suatu keputusan ga ada yg benar…kalo kita ambil keputusan X diantara 2 pilihan yg ada,itu bisa menyakiti si B…begitu juga kalo kita ambil keputusan Y itu bisa menyakiti si A…pusing kan…

Apalagi kalau udh berkaitan ama urusan keluarga kecil kita sendiri (keluarga gw maksudnya kaliii)…

Which is on my lil family we have agreed for some basic rules/policies that we all need to be commit on it.

But then when those rules/policies met and faced with the relation of a big family…it seem so hard to find the wisest way for everyone…

Cape rasanya kalo hrs mikirin perasaan semua orang…tapi ga ada yg peduli perasaan kita…

Cape juga rasanya harus mikirin pendapat orang tentang kita karena percuma even kita coba membela diri pun…kita akan tetap salah…

Ya sekali lagi palingan cuma bisa berserah diri ke Yang Maha Memiliki Hati ini…اَللّهُ SWT Maha Tahu mana yg benar sejatinya … Ga usahlah kita bersikukuh membela dan menjelaskan apa yg sebenarnya terjadi … Krn rasanya ga mungkin akan selesai malah bisa jadi parah…

Ya curhat kali ini juga sekaligus ungkapan mohon maaf ki thdp mama yg mungkin merasa tersakiti atau sedih..

Sekali lagi bukan maksud mau membela diri atau membela suami dalam hal ini sekali lagi bener2 hanya krn di dalam keluarga kecil kami ada hal2 yg kami sudah sepakatin sebelumnya antara ki sbg istri/ibu dan mahendra sbg suami.. Dan utk itu kami hrs commit memegang point2 komitmen tsb…

Kasus kemarin adalah salah 1 contoh.. Dan mungkin bisa jadi pembelajaran ki ke depan…

Entah ada yg mendengar atau tidak tapi rasanya harusnya di mobil itu semua dengar (keadaan dimana saat itu ada banyak org – gin2 /ai/boy/agah dll )

Rafi ikut innova dgn catatan nanti akan diantar pulang ke cibubur…

Krn jawaban ya,akan diantar pulang ke cibubur…maka ki pun melepas rafi saat itu tdk pulang bersama,krn ki sendiri mengejar waktu utk persiapan pengajian sabtu malam dirumah… Dimana sabtu itu hari rasanya padet bgt…dari jam 5 udh jalan utk persiapan bazaar amal di bekasi timur,balik ke cibubur jemput rafi utk ke arisan keluarga adras di bogor,dan malam ada pengajian di rumah ki…

As a mother on that time I felt so teribble if I have to force Rafi to leave with me as I need to catch up the time for Pengajian … Since Rafi himself still enjoying chattering with his uncle/aunty/cousin…

I felt so pity to separate them..and when the offered come to let rafi play and later Mom will take Rafi back to Cibubur…it seem would be the most appropriate way for me…

As I will need more time as well to prepare pengajian and it seem will be a disaster as well if Rafi stay at home while Pengajian … As our home so small and need to accommodate about 20-25 person,with rafi still at home ????feel impossible…

So those offered seem so perfect…therefore I agreed to leave Rafi with others… And I went home then…

Wherein when I was arrived ,my husband who just returned back from office ,asked where would be his son,since he was planning to take Rafi out while pengajian occured at home…and he seem so dissapointed can not meet his son…

But again I told him,as what I also knew before..that Rafi would be returned back to our house once the event in Bogor completed done..

But then after 10PM ,once our Pengajian has been settle down,Rafi have not arrived yet and when I made a phone called,just so dissappointed to know that Rafi being taken to Cengkareng…

I know mostly will told it is just fine,it is a small matter…as Cengkareng would be Rafi’s Grand father/Grand Nanny’s house as well…

Well that’s not the problem…tapi masalahnya adalah dimana komitmen yg awal diucapin?

Awalnya adalah akan membawa rafi pulang k cibubur…k rumah kami…hal yg sama pula yg saya beritahukan ke suami..tapi ternyata yg kami dapat,sudah dibawa ke cengkareng…

Jujur ..kami kecewa … Kenapa bisa bgtu..knp tdk sesuai dgn ucapan awal?

Kalau awalnya emg dibilang : dibawa aja ya k rumah mama,nginep disana…dan saya meng-iyakan..itu beda masalah…

Ini awalnya kan bilang mau bantu jagain rafi dulu sementara saya ada kegiatan lain..dan nantinya akan di antar lagi ke rumah … Bukan mau diajak nginep…

Jadi wajar dong suami saya dan juga saya kecewa…

Utk kemudian cerita ditambahkan atau diputar balikan oleh org2 lain saya rasa saya ga perlu ya menjelaskan atau cari dukungan yg bisa membenarkan sikap saya dan suami yg pada akhirnya menjemput Rafi juga malam itu juga…

Seperti saya bilang,posisi saya seperti makan buah simalakama…

Satu sisi saya berhadapan dgn keluarga dan ortu yg mana saya juga tdk mau mengecewakan atau membuat mereka sedih…tapi sisi lain ada komitmen saya dan suami yg juga tdk bisa kami hindarkan…

Satu sisi ortu/keluarga — sisi lain suami dan komitmen dlm keluarga kami yg dibuat oleh kami sendiri selaku anggota keluarga…saat sepakat membangun keluarga ini

Kalau pd akhirnya sikap yg kami ambil dgn menjemput rafi malam itu jg dianggap salah..kami mohon maaf selaku anak…

Tdk ada niat kami menyakiti orang tua kami _ siapa sih yg mau bikin sedih ortunya?

Kami hanya mencoba menepati komitmen kami…utk selalu menepati janji yg diucapkan dan utk mengkomunikasikan semua hal..

Kalau saja awalnya memang mama berniat mengajak rafi nginep dan membicarakan ini langsung … saya pasti akan menyampaikan ini ke suami saya bukan menyampaikan bahwa anaknya masih bermain dan nanti akan diantar pulang…

Yg kami inginkan juga adalah komunikasi … Kenapa sih semua ga bisa dikomunikasikan?

Kami emg masih seumur jagung dlm membangun suatu keluarga tapi justru krn kami masih pemula kami ingin membangun fondasi yg tepat dan kokoh buat keluarga kami kedepan..krn itu kami membuat kesepakatan2 dlm keluarga kami dan kami hrs komit utk itu…

Kalau saja saat itu dikomunikasikan dgn jelas..mungkin kesalahpahaman ini ga akan terjadi…

Well don’t know again what I have to do again..

Seem most people will blame us and think how rude we are..

Seperti yg udh disampaikan di BBM groups malam ini…entah apa kalimat2 itu menyindir kami atau tdk tapi rasanya drpd kami berprasangka jelek thdp kalimat2 itu leboh baik kami leave group aja..

Well leaving a group of the family in BBM won’t be the same as we are leaving the family it self in fact…

Whatever … Kayanya udh mulai hrs belajar to know more for the meaning of ‘ Don’t Take it Deeply’…

-Cibubur ,3 April 2011 –

This entry was posted in ceritaku. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s