nisfu syaban

Walau syaban sudah hampir lewat dan ramadhan hampir tiba,kayanya notes ini perlu tetep disave for my own reminder.

Dpt detail dari mba fava teman di bali yg kenal secara tdk sengaja waktu penggalangan dana baby sania….mba fava ini dpt detail dari pengajian taklimnya,sempet browse dan dpt penjelasan tp pake bahasa malaysia,penjelasan lain ga seenak yg mbafava jelasin…..jd ijin ke mba fava buat di share….barokallohu utk mba fava yg berkenan share,skrg aku share disini…

Sebelumnya aku tmsk yg jalanin ibadah ini dari jaman aki almarhum msh ada,dan sebelum married biasanya dirumah sekeluarga kita sholat bareng dan baca yasin 3x.

Yaa kalo dulu diceritainnya nisfu syaban itu saat pembagian buku amal kita,jd y utk awal buku sebaiknya diisi hal baik seperti yasinan dgn harapan semoga selanjutnya buku amal di isi hal baik lagi…

Kalo dulu mungkin ga tau dalilnya dan mikirnya utk hal baik kenapa ga,,,tapi skrg udh tau dalilnya jd kaya merasa ada kewajiban share hal ini,

Semoga bisa berkah dan info buat yg lain….

Kalo ada yg ga berkenan ya mohon maaf,kembali ke kepercayaan masing masing,tapi ini ada dalilnya,ya namamya juga msh belajar…

————————————————

Ada Apa dg Bulan SYA’BAN?

Memasuki bln Sya’ban 1433 H, tlh bredar luas pesan2 broadcast via YM,BBM,Facebook atau Twitter yg berisi ttg fadhail ‘amal(keutamaan amal) yg brkaitan dg bln tsbt

Hanya saja,setiap kt hendaklh tetap waspada&hati2 agar niat baik kt tdk justru mnyesatkan umat krn salah informasi

Diantara pesan2 broadcast yg perlu dicermati:

1. Besok hr Jumat awal bln syaban.Bacalah LA ILAAHA ILLALLAH MUHAMMADU RASULULLAH, 33x.InsyaAllah rezki tak putus hingga thn depan

> Jawab: Anjuran&keutamaan yg trmaktub dlm pesan tsbt tdk brsumber dr Nabi

2. Permintaan maaf satu sama lain

> Jawab: Meminta maaf&memaafkn seseorg dpt dilakukn kapan saja&tdk ada tuntunan syari’at yg mengharuskn dilakukn pd saat trtentu,trmasuk ktk memasuki bln Sya’ban

3. Nabi bersabda: Brgsiapa yg mengingatkn kdatangn bulan ini, HARAM API NERAKA bg nya

> Jawab: Anjuran tsbt tdk brsumber dr hadits Nabi&jk ada yg mnganggapnya hadits,mk hadits tsb palsu

4. Do’α, Ÿαά الله brkαtilαh km di bln Rajab&Syα’bα&prtemukɑňlαh km dg Rαmαdhαn

> Jawab: Doa yg dimaksud adlh: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban wa ballighna Ramadhan”

Diriwayatkn oleh al-Baihaqi, al-Bazzar,&ath-Thabrani.Hadits ini derajatnya lemah

5. Sya’ban buku amalan ditutup
> Jawab: Pernyataan ini jg tdk brsumber dr Nabi.Yg benar pd bln Sya’ban amalan2 diangkat ke hadapan Allah. (Sumber:HR.Ahmad&An-Nasa’i)

6. Shalat Nishfu Sya’ban sebanyak 100 rakaat&membaca 1000 surat al-Ikhlash

> Jawab: Semua riwayat ttg shalat Nishfu Sya’ban adlh riwayat bathil&palsu

7. Brgsiapa yg membaca salawat Nabi pd mlm Nishfu Sya’ban,mk para malaikat mndoakannya sp hr kiamat,agar org itu diampuni sgl dosanya

> Jawab: Hadits tsbt tdk brsumber dr Nabi

Marilah kita renungkan hadits berikut:

Rasulullah bersabda, “Brgsiapa berdusta atas namaku dg sengaja,mk hendaklh ia mmpersiapkan tempat duduknya di neraka.”(HR.Al-Bukhari&Muslim)

Maka berhati-hatilah!

(Sumber: BB Yayasan Al-Sofwa

Beberapa Hadits Lemah (Dho’if) dan Palsu (Maudhu’) tentang Bulan Sya’ban

Hadits Pertama

“Sesungguhnya Allah Ta’ala turun ke langit dunia pada malam Nishfu Sya’ban, Dia akan mengampuni  dosa walaupun itu lebih banyak dari jumlah bulu yang ada di kambing Bani Kalb.” [Bani Kalb adalah salah satu kabilah di Arab yang punya banyak kambing]

Hadits ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah. Namun Imam Bukhari mendhoifkan hadits ini.

Hadits Ke 2

“Apabila datang malam nishfu sya’ban, maka hidupkanlah malam tersebut dan berpuasalah di siang harinya. Karena ketika itu, Allah turun ke langit dunia pada malam tersebut mulai dari tenggelamnya matahari. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Siapa saja yang meminta ampunan, Aku akan mengampuninya. Siapa saja yang meminta rizki, aku pun akan memberinya. Siapa saja yang tertimpa kesulitan, Aku pun akan membebaskannya. Siapa pun yang meminta sesuatu, Aku akan mengabulkannya hingga terbit fajar”.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Sanad hadits ini adalah lemah, bahkan menurut Syeikh Al Albani adalah maudhu’ (palsu)

Hadits ke 3

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Nishfu Sya’ban sebanyak 12 raka’at, setiap raka’atnya membaca surat “Qul huwallahu ahad” sebanyak tiga kali, maka dia tidaklah akan keluar sampai dia melihat tempat duduknya di surga …”

Ibnul Jauziy mengatakan bahwa hadits di atas adalah hadits maudhu’ (palsu)

Semoga kita terhindar dari dusta yang mengatasnamakan Rosulullah SAW dan Perbuatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rosulullah

“Barang siapa berdusta atas namaku, maka hendaklah ia menempati tempat duduknya di neraka”. [HR. Bukhari dan Muslim]

“Barang siapa menceritakan dariku suatu hadits dusta, maka ia termasuk seorang pendusta”. [HR. Muslim]

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bish showab

Bisa jadi juga, pembuat hadis ini berinovasi membuat tradisi bermaaf-maafan sebelum Ramadan, lalu sengaja menyelewengkan hadis kedua ini untuk mengesahkan tradisi tersebut. Yang jelas, hadis yang tersebat luas itu tidak ada asal-usulnya.

‎​Kita pun tidak tahu siapa yang mengatakan hal itu. Sebenarnya, itu bukan hadis dan tidak perlu kita hiraukan, apalagi diamalkan.

Meminta maaf itu disyariatkan dalam Islam. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

من كانت له مظلمة لأخيه من عرضه أو شيء فليتحلله منه اليوم قبل أن لا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم تكن له حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحمل عليه

“Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apa pun, maka hari ini ia wajib meminta agar perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari saat tidak ada ada dinar dan dirham, karena jika orang tersebut memiliki amal saleh, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezalimannya. Namun, jika ia tidak memiliki amal saleh maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zalimi.” (H.r. Bukhari, no. 2449)

Kata “اليوم” (hari ini) menunjukkan bahwa meminta maaf itu dapat dilakukan kapan saja, dan yang paling baik adalah meminta maaf dengan segera karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.

Dari hadis ini jelaslah bahwa Islam mengajarkan untuk meminta maaf, jika kita berbuat kesalahan kepada orang lain. Adapun meminta maaf tanpa sebab dan dilakukan kepada semua orang yang ditemui maka itu tidak pernah diajarkan oleh Islam.

Jika ada yang berkata, “Manusia ‘kan tempat salah dan dosa. Mungkin saja kita berbuat salah kepada semua orang tanpa disadari.”

Meminta maaf dan memberi maaf tdk harus menunggu ‘hari tertentu’ tapi minta dan berikan ‘MAAF’ itu kapan saja dan dimana saja.. Dan yang paling utama adalah karena ‘BUKU CATATAN AMAL’ kita ditutup apabila ruh sdh tdk ada dlm raga kita dan tercabut nya ruh bisa kapan saja dan dimana saja

Afwan kalau tidak berkenan.. Wallohu’alam….:D

This entry was posted in bekal akheratku, renungan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s